Foto Pre-wedding Nikah


Bolehkah Melakukan Foto Pre-wedding untuk Dipasang dalam Undangan Nikah?
kontak jodoh
Dalam masalah ini ada dua hal yang perlu kita ketahui hukumnya. Pertama mengenai hukum foto dan yang kedua mengenai pose mesra pasangan pengantin dan mempublikasikannya di surat undangan.

1. Hukum foto.
Syaikh Utsaimin berkata mengenai hukum fotografi; “Memfoto dengan kamera tidak termasuk kategori menggambar yang dilarang. Ia hanya memindahkan gambar suatu makhluk yang diciptakan Allah dengan bantuan alat tersebut. Fotografi merupakan (proses) pencetakan, bukan hasil gambaran seseorang. Akan tetapi, apabila fotografi ini digunakan untuk tujuan yang haram maka hukumnya berubah menjadi haram karena ia dijadikan sebagai sarana menggapai tujuan yang haram. Misalnya, digunakan untuk mengeksploitasi aurat wanita dan lain sebagainya.” Wallahu a’lam.

2. Foto   mesra   pasangan   pengantin    dan mempublikasikannya di surat undangan.
Saat ini mulai merebak undangan pernikahan yang memajang foto mesra pasangan pengantin. Yang lebih mengerikan, foto mesra itu diambil dan dipublikasikan sebelum akad nikah.
Kami akan mencoba untuk menjelaskan hal ini dengan lebih terperinci. Sepasang suami istri yang telah melakukan akad nikah diperbolehkan untuk bermesraan, bahkan disyariatkan. Namun, bermesraan tersebut menjadi haram apabila dilakukan di hadapan umum, disebarkan, dan dipublikasikan lewat media tertentu.
Adapun pasangan yang akan menikah atau belum sah menjadi suami istri diharamkan saling bermesraan. Bagaimana tidak, menyentuh lawan jenis yang bukan mahram saja haram, apalagi sampai bermesraan. Rasulullah, sebagaimana diriwayatkan dari Ma’qil bin Yasar, bersabda:
“Ditusukkannya tombak besi di kepala salah seorang dari kalian itu masih lebih baik baginya daripada ia menyentuh wanita yang tidak halal baginya.”29

Bila pose mesra Calon pengantin itu sampai dipublikasikan berarti itu adalah perbuatan haram. Dosanya semakin besar kai rena telah terang-terangan melakukan kemungkaran. Padahal, Nabi bersabda:
“Semua umatku diampuni (selamat), kecuali yang terang-terangaan t,erbuat dosa (Al-Mujahirin). Termasuk tnuja^narah yaitu seorang berbuat dosa di waktu malam dan Allah telah menutupinya, kemudian di pagi hari ia berkata, ‘Hai fulan, tadi malam aku telah melakukan^ inj dan itu.’ Allah telah menutupinya semalam, tetapi\ pada pagi hari ia membuka apa yang ditutupi Allah i itu.”30

Al-Mujahirin adalah orang yang secara terang-terangan membuka aibnya  tanpa rasa malu, walaupun Allah telah
menutupinya. Orang inilah yang tidak akan mendapatkan ampunan Allah. Selain itu, dalam Al-Qur’an diperintahkan untuk menundukkan pandangan. Seorang laki-laki tidak boleh melihat perempuan yang bukan mahramnya, begitu juga sebaliknya.
Dengan dipublikasikannya pose mesra pasangan pengantin tersebut berarti secara sengaja membiarkan wajah-wajah mereka (bahkan mungkin tubuh mereka) ‘dinikmati’ oleh banyak orang. Juga memberi peluang bagi orang lain untuk melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, yakni meliarkan pandangan. Perbuatan ini bertentangan dengan firman Allah dalam surat An-Nur ayat 30-31 yang memerintahkan untuk menundukkan pandangan terhadap lawan jenis.
Kesimpulannya, melakukan foto pre-wedding untuk dipasang di undangan pernikahan tidak diperbolehkan karena menyelisihi nash-nash syar’i. Wallahu a’lam.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 828 other followers

%d bloggers like this: